Minggu, 18 Januari 2009

Sehatk@n Mat@ deN9@n Biji Pepaya


Merawat kesehatan mata tak memerlukan biaya dan usaha yang banyak, selama kamu displin melakukannya, mata kamu akan senantiasa berbinar indah dengan tatapan yang menebarkan aura kebahagiaan.

Menurut dr. Rini Mahendra SpM salah satu cara perawatan murah ialah dengan mengonsumsi biji pepaya. Konon biji pepaya mengandung senyawa likopen yang penting bagi kesehatan mata.

Bila kamu tidak tahan akan rasa getirnya, maka kamu dapat mengonsumsinya dengan ditambah madu, atau sebagai campuran minum teh. Selain itu bisa juga biji tersebut dijemur atau disangrai untuk kemudian dimakan sebagai snack. Konsumsilah secara teratur, kira-kira tiga kali sehari sebanyak sepuluh butir.

Sekain itu, jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi makanan yang sehat untuk mata, misalnya yang mengandung antioksidan, seperti karotin (banyak dijumpai pada sayuran wortel dan bayam), mengandung seng (terdapat pada daging sapi atau domba), dan selenium (pada ikan atau daging merah).

Sudah sering pastinya orang tua mengingatkan untuk makan wortel supaya mata kita cerah. Tetapi ternyata data yang diterbitkan di Archives of Ophthalmology menunjukkan bahwa buah-buahan-lah yang akan memberikan perlindungan dan mencegah kerusakan mata. Tiga porsi buah per hari akan mencegah kerusakan mata dengan sangat kuat.

Sementara dalam kesehariannya, menjaga mata pun tak membutuhkan banyak pantangan. Menonton televisi merupakan hal yang aman bagi mata, karena peregangan di mata saat melihat televisi tidak terlalu berlebihan dibanding saat membaca. Tetapi ada beberapa hal kecil yang mesti kamu perhatikan.

Perhatikan pencahayaan yang memadai, usahakan agar tidak terlalu besar dan terlalu rendah. Pencahayaan yang terlalu kuat dapat mengurangi kontras di layar dan mengaburkan pandangan. Sebaiknya tidak menempatkan sumber cahaya yang dapat mengakibatkan pantulan di televisi, dan jaga warna di sekitar televisi bercorak netral.

Sebaiknya cahaya di ruang televisi tidak gelap total. Ruangan yang gelap total mengakibatkan kontras televisi menjadi berlebihan sehingga mengganggu kenyamanan mata.

Untuk jarak menonton, setidaknya jarak antara mata dan televisi adalah lima kali diameter layar. Pada jarak tersebut, gambar dapat terlihat jelas dan tidak mengganggu mata. Jika sering menonton dalam jarak dekat, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan kesehatan mata.

Pastikan televisi telah diatur dengan baik, sehingga posisi televisi sejajar dengan mata dan ketika menonton tidak harus mendongak atau membungkuk.

Berinteraksi dengan layar komputer dalam waktu lama mengakibatkan mata teregang dan kering. Beberapa tips yang berkaitan dengan layar televisi dapat digunakan saat menggunakan komputer.

Jika sudah terlalu lama, sebaiknya berhenti dulu beberapa saat untuk mengistirahatkan mata. Selain itu, sering berkedip juga disarankan untuk menghindari mata kering.

Jarak antara layar monitor dengan mata sekitar 30-40 cm dengan posisi bagian atas layar sesuai degan ketinggian bola mata atau sedikit di bawah batas mata.

Pastikan monitor yang anda gunakan dapat diatur kemiringannya agar mudah menyesuaikan dengan posisi mata. Jika memiliki dana, sebaiknya menggunakan monitor LCD (layar datar) karena radiasinya lebih rendah dibanding dengan monitor CRT (layar tabung).

Gunakan screen protector di layar komputer untuk mengurangi pancaran radiasi. Pun jika mengalami gangguan penglihatan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli mata, dan jangan sekali-kali berusaha untuk memperjelas pandangan mata dengan mengusapnya menggunakan jari, karena hal ini dapat menyebabkan retina mata sobek.

Sabtu, 17 Januari 2009

Mer0kok .. dan p3Ny@k!t

Popularitas rokok menjadi fenomena abad ke-XX. Jumlah perokok melonjak sejak awal tahun 1990-an tidak lama setelah diperkenalkannya teknologi produsi massal yang baru ditambah dengan gencarnya kampanye periklanan. Tak lama kemudian muncul laporan tentang adanya hubungan antara merokok dan penyakit seperti kanker paru-paru.

Kini, pemakaian tembakau diakui sebagai penyebab utama munculnya berbagai penyakit. Ini memang tidak mengejutkan lagi. Asap rokok mengandung lebih dari 4000 jenis zat kimia, 63 di antaranya karsinogen dan sejumlah kecil unsur beracun seperti sianida, arsenik, dan formaldehida. Selain itu, karbon monoksida dalam asap rokok menggantikan oksigen dalam sel darah merah, yang menguras oksigen dari jaringan tubuh.

Jaringan lunak rongga mulut, tenggorokan, dan pita suara (laring) pun berulang kali terkena paparan asap rokok. Setelah asap melewati rongga mulut, sekitra 70-90% persenyawaan yang dihirup akan tertahan di paru-paru. Beberapa kali hirupan rokok akan mengurangi efektivitas bulu-bulu halus (silia) di dalam saluran bronki. Silia atau bulu-bulu mirip rambut tubuh yang halus ini biasanya bekerja seperti sapu membersihkan partikel asing keluar dari paru-paru. Menghisap sebatang rokok saja akan memperlambat gerak penyapuan bulu rambut ini selam hampir satu jam.

Apalagi merokok terus-menerus secara teratur, jelas akan melumpuhkan bulu-bulu rambut, sehingga paru-parupun dengan mudah akan terpapar miliaran partikel kecil dari asap rokok. Bila sebagian besar bulu rambut itu tidak aktif, partikel dari asap rokok juga mulai menumpuk dan akan merusak jaringan paru-paru. Ketika bagian dalam paru-paru menjadiu dingin, akan terbentuk lapisan berwarna coklat yang lengket di dinding bagian dalam saluran pernafasan. Lapisan ini mengandung bahan kimia lain yang dapat menimbulkan kanker.


Oleh sebab itu , baik kita menghirup asap rokok ataupun kita merokok, keduanya sangatlah berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Jika Anda tidak merokok, janganlah memulainya. Sebaliknya, jika Anda sudah melakukannya, belum terlambat untuk mengubahnya. Menghindari asap rokok dan aktifitas ”merokok” dapat memperpanjang hidup Anda.

Minggu, 11 Januari 2009

Ponsel Bisa Jadi Medium Bakteri Mematikan


Ponsel sudah cukup lama dikhawatirkan jadi sarang bakteri. Kini, ketakutan itu terbukti dari sebuah hasil penelitian yang menyebutkan bahwa beberapa bakteri mematikan memang bisa tersebar lewat medium ponsel tersebut.

Dalam penelitian yang berlangsung di Skotlandia ini, koloni bakteri dikenali berkembang di ponsel para dokter di rumah sakit. Mayoritas bakteri yang ada memang tidaklah berbahaya. Namun ada pula yang bisa berefek fatal, di antaranya Clostridium difficile (C diff) dan MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus).

Dikutip detikinet dari Scotsman, Senin (5/1/2009), pada tahun 2007 lalu saja terdapat 6430 kasus infeksi Clostridium difficile di rumah sakit Skotlandia. Adapun kasus kematian yang berhubungan dengan MRSA mencapai ratusan dalam periode yang sama.

Bakteri mematikan itu tanpa disadari bisa terbawa via ponsel pasien atau para staff rumah sakit. Hasil penelitian tersebut diumumkan oleh peneliti kesehatan dari Western General Hospital di Skotlandia, Richard Brady.

Brady memaparkan, studi ini dilakukan terkait kian melonjaknya pemakaian ponsel oleh para staff rumah sakit. Namun masalahnya, belum ada panduan memadai tentang cara membersihkannya sehingga bebas dari bakteri.

Ponsel pun dinilai bisa jadi sarana transmisi infeksi berbahaya karena sering bersentuhan dengan tangan dan mulut pengguna. Terlebih bakteri yang ada dapat terus bertahan hidup jika ponsel tidak dibersihkan dengan seksama.

Penelitian dilakukan dalam bagian Scottish Infection Research Network dan dikerjakan bersama beberapa ilmuwan perguruan tinggi, misalnya dari Manchester Metropolitan University


 
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver