Tampilkan postingan dengan label antioksidan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antioksidan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2009

k!wi k@ya sER@t


Buah ini kaya serat, kulit berwarna hijau-kecokelatan dan daging buah berwarna hijau terang atau keemasan dengan biji kecil, hitam, dan bisa dimakan.

Buah yang berbuah sepanjang tahun ini kandungan vitamin C nya dua kali lipat lebih banyak dari buah jeruk. Juga mengandung vitamin A, B1, B2, potasium, niasin dan asam folat dalam jumlah besar. Selain itu, buah kiwi kaya dengan klorofil dan mempunyai sumber antioksidan yang terbaik.

Daging buahnya berwarna hijau terang dengan biji-biji hitam kecil, lezat dimakan segar sebagai buah meja, asal dikupas dahulu atau disendok langsung dari buahnya. Dijadikan salad buah, es krim atau sebagai hiasan Cake juga enak.

Sebuah study University of California menemukan buah kiwi organic mengandung senyawa-senyawa yang diduga berkhasiat untuk kesehatan dalam kadar yang lebih tinggi Para periset menanam benih identik dari buah kiwi. Bibit yang satu ditanam secara organic dan yang lainnya menerima campuran herbisida, pestisida dan pupuk kimia.

Setelah matang, kiwi organic mengandung aktivitas polyphenois dan antioksidan yang kadarnya masing-masing lebih tinggi 18% dan 27%. Kiwi organic juga mengandung kadar vitamin C yang lebih tinggi.

Polyphenol diduga dapat menurunkan kolesterol dan meningkatkan sirkulasi darah. Beberapa riset menunjukkan, polyphenois juga dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker. Antioksidan diduga dapat menetralisir radikal-radikal bebas yang dapat merusak sel-sel, menyebabkan gangguan kesehatan dan penyakit.


Sabtu, 14 Februari 2009

p3RtaH@Nkan Day@ !N9at d3Ng@n ApeL


Bagi para penggemar apel, ada berita baik buat Anda. Bila Anda mengkonsumsi 2-3 buah apel sehari, atau cukup minum jusnya, maka hal ini dapat membantu otak untuk tetap dapat berfungsi dengan baik, khususnya untuk mempertahankan daya ingat Anda dan membuat Anda tidak pelupa.

Apel yang mengandung senyawa antioksida, yaitu vitamin C dan kuersetin (quercetin) mampu mencegah kerusakan memori dan fungsi otak yang disebabkan stress oksidatif.

Apakah itu stress oksidatif? Stress jenis ini bukanlah stress karena pikiran, tetapi merupakan suatu kondisi keterbatasan asupan antioksidan. Hal ini membuat tubuh tidak mampu menetralkan radikal bebas yang juga menjadi pemicu sederet penyakit, mulai dari katarak hingga kanker.

 
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver